Sajak Takbertuan
hari masih
setengah|rintik hujan menggelitik senja|mengawali malam yang capat
datang|sedari tadi menanti, benamkan resah pada jiwa, juga cinta|dan berharap
malam ini lebih lama|sebab semalam terlampau singkat|menapaki harap yang masih
membantin| entah pada rasa takut| ataukah kebencian yang membatu|kepada yang
masih berdiri pada tepian senja| bakarlah kebencian, juga ketakutan| terangi
malam yang mungkin tak terlewati|tinggalkan sedikit nyala tersisa, membakar
kesadaran|jangan lagi pergi seperti dini hari kemarin|setelah anggrek dan juga
manuru|kita semai di lereng-lereng ngade|
| jhoe |
22112011
