Jumat, 21 September 2012

Sajak Takbertuan


Sajak Takbertuan

hari masih setengah|rintik hujan menggelitik senja|mengawali malam yang capat datang|sedari tadi menanti, benamkan resah pada jiwa, juga cinta|dan berharap malam ini lebih lama|sebab semalam terlampau singkat|menapaki harap yang masih membantin| entah pada rasa takut| ataukah kebencian yang membatu|kepada yang masih berdiri pada tepian senja| bakarlah kebencian, juga ketakutan| terangi malam yang mungkin tak terlewati|tinggalkan sedikit nyala tersisa, membakar kesadaran|jangan lagi pergi seperti dini hari kemarin|setelah anggrek dan juga manuru|kita semai di lereng-lereng ngade|
| jhoe | 22112011

Kembaliku


Kembaliku

Pada tepian rasa sakit|yang ditaburi kekecewaan|ku bangun kembali mimpi itu|karena air mata telah habis terkuras|lantas menerima semuanya|lantas tak bisa dihindari| seperti bersemayam pada malam|tapi ikhlas dihampiri pagi|sebab malam tak bisa diperpanjang|dan pagi tak bisa ditunda|pada jarak antara fajar dan senja|terjebak pada siang|tak ada tempat tuk bersemayam|membasuh luka|sambil meniduri penyesalan|tak ada lagi waktu tuk sembunyi|sebab siang tak bertuan|dan sajak-sajak adalah pelarian|tetapi siang tanpa nurani|terbakar, terkapar, dan sajak tak bertepi|pada pasir tergores mimpi|lantas melangkah pergi|semoga ada lagi malam|tempat bersemayam|menakar gumam dalam pelukan|dan rongga dada penuh sesak|dan isak itu adalah lagu syahdu| sebentar lagi pagi|tak ada lagi mimpi|tersisa seberkas embun yang jatuh disudut hati|lantas ditinggal tuk pergi|

Jho’e_|18 November 2011|®

Di Simpang Jalan Revolusi


Di Simpang Jalan Revolusi

Disini Aku Berdiri
Busungkan dada tuk ditikam
Tapi...tusukan itu dari belakang
Belati dibungkus dalam sarung
                                    Solidaritas
Dan pengkhianatan menari-nari

Disini aku berdiri
Tancapkan bendera tuk ditembak
Dan..akh, tembakan itu dari belakang
Mesiu disimpan dalam gudangmu,
                                                Kawan..!!
Dan senapan itu digenggan dikirimu

Disini aku berdiri
Menebar-benih kebersamaan..
Sayang, semua tanah punya musuh
Yang tumbuh adalah curiga, denki dan benci

Disini aku berdiri
Menerima dalam luka
Menelan dalam duka
Kekanan kehulangan nyali
Kekiri dicaci maki

Disini, aku berdiri
Mendekam dalam kesunyian hati..
Karena;
Yang bergerak pasti berhenti
Yang berjuang mati sendiri
Sebab sakitnya dikhianati
Karena cintanya tak sejati

Sakitnya ditikam
Menganga luka ditembak
Suburnya kecurigaan, kedengkian
                                    Adalah sebuah kematian
Selamat menikmati berdamai
                                    Dengan mimpi buruk

Aku tetap berdiri disini
Menambal luka-luka hatiku
Menyaksikan semuanya
Dengan senyum kematianku
Kini,
Smuanya tak lebih dari
NAJIS...!!!

Jhoe| Ternate, 10 Nov 2010

Kepada wajah Dalam Angan


Kepada wajah Dalam Angan

jejak pada kenangan yang terseret
juga resah yang dikulum, membantin
pada setapak yang dilewati kala senja
mengukir asa pada didindang malam yang remang
menumpuk rasa takut dari tepian waktu
lalu dibawa menemani tidur
tapi pagi pasti akan datang
tak bisa ditahan ataukah bertahan
pada persimpangan yang lengang
mengurai kenangan atau merenda pagi
dipersimpangan itu, harus ada yang dituju
tak bisa bertahan pada kenangan
ataukah cinta yang retak                                  

jhoe|01022012

Embun di Matamu


Embun di Matamu

kala rinai gerimis mencium hamparan jalan
juga butiran embun cumbui kota
bersamamu, ajari aku tentang harapan
bahwa cinta itu apa adanya

dekap aku dalam keabadian
seperti darah, terus memerah
juga malam, tetaplah gelap

laksana embun
bisa ku tatap pada bening matamu

|Mj_We|2012. 15  Maret

Tak Cukup Dikatakan


Tak Cukup Dikatakan

Resah tak cukup diucapkan
Karena makna tak habis dikatakan
Cinta tak harus diucapkan
memahami lebih indah dari ungkapan

masih tersisa makna yang harus dirangkai
dengan ketulusan hati,
teruslah disisiku
jadilah obor, terangi jalanku
seperti andromeda pada malam
seperti aku, tulus mencintaimu

senyum di bibirmu
pada kesunyian, juga gigil yang mencekam
menggores resah pada dinding  malam
ku urai sejumput penat, juga kegelisahan
bayang wajahmu hantui aku

pada jarak dirimu menyapa
mekar seyummu kembali nyata
lalu rindu dikulum membatin
lunas terbayar seribu kerinduan

|Mj_We|2012. 15  Maret

Sajak Cinta, Wie…


Sajak  Cinta, Wie…

hari belum juga senja
kala mendung selimuti cakrawala
seperti kabut, gelisah berbisik serak
genggam resah, meretas jejak pada sajak
sajak cinta,  wie…

ketika menyapa bayang pada malam
megelus rindu, juga pilu meradang
kata menari, berdansa bersama serigala
hangus terbakar dalam kenangan
mengurai rindu dalam cerita
cerita cinta, wie…

gerimis itu perlahan kugenggam
saat merekah senyum, menjadi suar pada kelam
wajahmu lembut seperti embun didedaunan
merangkul  sajak dalam diam, tentang cinta
cinta kita, wie…

|Mj_We|2012. 16  Maret

Kita Tetap Disini


Kita Tetap Disini

bersama menatap wajah malam
melintasi jejak kota tua
dipersimpangan, terpisah jalan pulang
berhenti renungi derai diwajah
biarkan hati mengurai makna
hingga dirimu mengerti
karena kita tatap disini
tak pernah beranjak, juga pergi

bila esok, simaklah wajah pagi
temukan secercah asa, juga cinta
mekar sejumput mawar, pada taman hati
temukan aku pada semerbak melati
dekaplah bersama senyum,  awali  hari
karena kita masih disini
merenda jejak hingga senja

tataplah pelangi pada gerimis senja
smoga dikau mengerti
ini jalan yang kita pilih
tetaplah berdiri di sampingku
tersenyumlah, bersenandunglah
menjagamu bersama senja
karena aku masih disini
hingga malam membawa kita
pulang, kembali

|Mj_We|2012. 16  Maret

Jatuh Cinta


Jatuh Cinta

pesona, juga senyum itu
hiasi imut raut wajahmu
diamkan detak jantung
mataku mencuri senyuman
menghujam jiwaku
resah menunggu hadirmu
mungkinkah dirimu temui aku
gelora cemas penuhi nadi
andai saja kau mengerti
aku jatuh hati pada senyummu

 

|Mj_We|2012. 17  Maret

Melodi Penantian


Melodi Penantian

 

sajak kehadiran, dalam rona penantian
ruang hati seperti pelangi, warna-warni
terbuai bunga rindu dihati
dipersimpangan arah dipilih
dikau kembali, pulang

hari kian bersemi
tak pernah layu asa dipelukan
sirami resah kian menggungung
kepadamu kekasih hati
jangan pergi lagi, aku sendiri
ku ingin dirimu memiliki
utuhnya cintaku,  sejati
menakar harga tak tertawar
abadi, hati ini milikmu

kokoh berdiri disini
alunkan sajak, dalam melodi penantian

|Mj_We|2012. 17  Maret

Sambutlah Cinta


Sambutlah Cinta


bersama malam cinta datang padamu
rangkullah dalam damai hatimu
kelak, jika angan menuai rindu
peluklah  aku bersama bayang

seperti bunga
jadikanlah aku tanah
tampat dirimu tumbuh, bersemi
kala takut menyapa dalam gelap
hadirku seperti andromeda
terangi cinta pada sisi hatimu
hanya itu yang tersisa
dalam keberanian, juga pemerontakan
temui aku disana
tak bergeming, bersama cintamu

|Mj_We|2012. 17  Maret

Ruang Kenangan


Ruang Kenangan

 

semilir angan cumbui hati
tercium aroma resah tak berujung
semoga rasa saling terpaut
ruang rindu penuh kenangan
bayang-bayang rindu, juga senyuman

disana kini dirimu
pada jarak ruang dan waktu
kicau suara ditelinga
merdu bisikkan gelisah
jiwa resah, sesak dalam kenangan
padamu yang telah jauh

rindu padamu tak bertuan
wajahmu penuhi dinding angan
semoga gelisah saling bertaut
meski pada jarak ruang dan waktu
tidak pada hati, juga cinta

|Mj_We|2012. 17  Maret

Y . . . . . . . . A


Y . . . . . . . . A

pada senja yang masih gerimis
bersama membangun kenangan
sepanjang jalan
dalam diam memahat ingatan
cantikmu seperti senja keemasan
dengan senyuman manis itu
wie… aku tertawan rindu

senyuman itu tak terlupakan
telah membunuhku hingga kini
rindu terlarang sudah
pada malam-malam lain
hanya pada senyum itu
rinduku kini berlabuh
wie…aku tertawan cintamu

|Mj_We|2012. 17  Maret

R i n d u


R i n d u

padamu
kupu-kupu merah kiriku
kita tak bersua dalam tatapan indah
rindukah padaku, ataukah sajak itu?
pagi dalam peluk gigil embun
wajahmu masih hantui aku
merindukah dirimu?
selayaknya rinduku
karena sungguh merindumu

|Mj_We|2012. 17  Maret

Hujan Pada Angan


Hujan Pada Angan


ku titip sejumput rindu pada hujan
basahi harimu, selalu
merdu rinai cumbui tanah
bisikkan sajak untukmu
tentang rindu, dihatiku
rindu harum rambut mu
ku dekap dalam angan
peluk aku s
ayang
tak ada lagi jarak
dalam pelukan bersama angan
mekar rasa dijiwa, juga ketulusan
kita taburi cinta penuh kasih sayang

|Mj_We|2012. 17  Maret

Sendiriku


Sendiriku

disini sendiriku
meretas resah di dinding malam
rindukan hujan pada senja itu
rinai gerimis terus mencekam

berjuta kata liar di gores
mengalir dalam debar angan
mengenang sekilas, mantera cinta terhempas
jiwaku seperti patahan kata,
merangkai muram kalimat kerinduan
bisikan kesedihan pada embun
lalu terselip ditepi dedaunan, jatuh

semilir angin coba membasuh luka
terseret, terhempas dalam gelap
haruskah rindu dikutuk
lalu bersemayam dalam kesendirian
senyummu kini menjadi puisi
merajut mimpi pulang, kembali

|Mj_We|2012. 17  Maret

Kaho Naa Pyaar Hai


Kaho Naa Pyaar Hai

Diujung malam berkabut
Sedetikpun tak terberi, sejenak
Pejamkan lelah dari penatnya hari
Pada cangkir kopi mengering
lalu pagi membawamu pergi

detik terjaga dari mimpi kusam

merajut asa dalam dekapan gundah
yakinmu tak tergadai pada musim, harapku
ku mencintai kesederhanaan itu, selalu
katakan, katakanlah sekali lagi
jangan seperti bisikan dimimpi
katakanlah; Kaho Naa Pyaar Hai
setiap detik menjemput pagi
kulukis wajahmu, sambil membingkai sajak
tetaplah disana, dalam kesederhanaan itu
lalu katakan dalam diam
kudengar apa yang tak bisikan kata
katakanlah; Kaho Naa Pyaar Hai

pada senja, juga kenangan terjaga
katakanlah; Kaho Naa Pyaar Hai
dalam kata, lalu kita Wie…
hanya itu tersisa, dalam diam
teruslah mengepak sajak
hingga tiba saatnya, semua baru bermula
katakanlah; Kaho Naa Pyaar Hai
senyum pagi ini; untuk ku..!

|Mj_We|2012. 17  Maret

Catatan 27 Februari


Catatan  27  Februari

Kurengkuh bayangmu
sesaat menyentuh, peluk tubuhku
masih terasa hangat kecupmu, 27 februari itu
kala lara dan perih bebani rindu
pada genggaman hati, sajak bisu
saat jarak kembali menjadi cerita, lusuh

yang tersisa dari kesetiaan
lalu cintamu kian menawanku
indah gelora, menjadi sajak berbaris angan
merangkai kepedihan, pahit dijiwaku
dirimu, menjadi bayang temani kebisuan
atas nama cinta, mengharu biru
inilah sejumput rindu, juga setia untukmu

|Mj_We|2012. 17  Maret

Sebait Kata Untuk Wie…


Sebait Kata Untuk Wie…

hujan sisakan gerimis di pagi lengang
matahari enggan mengusir embun di dedaunan
tersisa rintik  asa, juga cinta dalam dekapan
minggu,  enam februari
kau tiba dikotaku
bersama  asa tertulis di matamu
seperti pelangi, hiasi senja ini
aku kembali mengGores puisi

ku gores sejumput ucapan, ku ingin kidungkan
ku rangkai harapan, semoga dikau mengerti
Wie…  jawaban ini kau cari
dari seribu tanya pada senja, juga pagi
hingga pulang bersemayam pada malam
aku mencintaimu Wie…
dihatimu aku bersemayam, tak bergeming
aku tertawan dalam cintamu, Wie…

|Mj_We|2012. 18  Maret

Merangkai Rindu


Merangkai Rindu

kita merajut ribuan kata
tentang rindu, juga cinta berdebu luka
atau kesunyian dibingkai angan
berbaris sajak tuk’ mengurai kita
wie…hiruplah dengan kedamaian

helai demi helai sajak
tentang ribuan kisah, kita
camar pada senja menggoda
cemburu pada bahagiaku
peluk aku dalam anganmu
ku rangkai rindu wie…
dalam dekapan malam

|Mj_We|2012. 18  Maret

Melukis Wajah di Dinding Malam


Melukis Wajah di Dinding Malam

kuingin terjaga pada malam
menatap lagit dengan seribu bintang
berbagi cerita pada angin
ingin kugores sebuah wajah dalam penantian
seraut wajah, cumbui rindu pada angan
ku coba melukis pada dinding malam

kupilih pelangi, tuk bisa warnai cakrawala
merah, tergurat tipis menjadi bibir
hitam, terurai panjang warnai rambut
cream, membalut lembut kulit halusmu
cokelat, juga hitam dan putih
lengkapi binar matamu, menatapku tajam

sungguh, lukisan indah dengan cinta
takan pudar pada jaman, juga usia
tetaplah tersenyum duhai lukisan malam
merajut asa yang dirangkai bersama harapan

|Mj_We|2012. 18  Maret

B e n t a n g J a r a k


B e n t a n g   J a r a k

samudera membentang jarak
pisahkan resah didekap malam
hadirmu bersama gulita nan kelam
sosokmu temani aku bersemayam
berharap pada bintang
esok segeralah beganti
beri cahaya pada puisi, juga sajak sunyi

disini, masih tetap disini
pada malam yang terus berlari
lamunku rangkul bayangmu
cumbui sosokmu yang hadir pada angan
sekilas mengepak sayap
terbang bersama bisikan angin

sejumput kata, bisikan resah
tapi telinga pekak sudah
lelah menahan deru, mengharu biru
luluh rindu pada hati terus berkecamuk
menjadi sajak iblis malam

|Mj_We|2012. 18  Maret

Rahasia Iblis Malam


Rahasia Iblis Malam

terangkai dengan goresan kata
lalu dituang pada cawan hati
dibingkai dalam keindahan tersamar
bait demi bait tergurat, bersemi
tertelan dahaga sang iblis malam
seutuhnya, menjadi rasa terdalam

kala hati kecil bisikan resah
lantas terhidang laksana anggur
tebarkan cinta liar, tetapi sejati
seperti senja juga pelangi
rahasia ditulis didinding kelam
dibawa kembali, pulang
pada malam tempat bersemayam

|Mj_We|2012. 18  Maret

Sketsa Orange


Sketsa Orange

gelora menyatu pada bongkahan mendung
ratapi rindu, mengalir dalam pelukan hujan
mengintip pada celah langit,
menggores sketsa resah, dalam rindumu

rintik rinduku, seiring  sedihmu
bersama, jejaki makna ikatan hati
lalu berikrar atas nama cinta
sudahi amarah, serta ragu dari mimpi
dan keikhlasan dalam rasa saling percaya
cumbui ketakutan yang bersemayam bersama prasangka

padamu cinta ini terberi
tenggelam dalam pelukan
seperti sketsa orange yang dikau beri
temani malam, juga mimpi lewati hari
pada rindu,  sedih dan cinta
kita kulum bersama, membatin

satu hati, langkah pasti
selangkah lagi, bersama dalam ikatan hati

Mj_We|2012. 19  Maret

D i r i m u, S a j a k I t u


D i r i m u,  S a j a k  I t u

dirimu selalu saja
memilih warna sederhana
biar cantikmu tak tenggelam dalam hiasan
dirimu sajak itu
merangkai pilu, lalu badai berlalau

laksana diriku
merangkai kata bersahaja
biar tak hilang makna sajak
dalam perangkap semu bayang malam
sajak itu, dirimu
merangkul bayang baluri rindu

Mj_We|2012. 19  Maret

Perempuanku


Perempuanku

perempuanku
mengapa diam di ujung malam
akhiri bimbang, sudahi tangisi kenangan
rasa sakit adalah ujian
lalu gelisah berakhir keraguan

perempuanku
jika  harapan harus diwujudkan
bisikan doa untuk perjuanganku
dan bila rasa itu bergelora didada
teruslah menunggu,
cumbui sketsa yang ku beri
resah hilang pada malam
tersisa sumpah setia tuk bersama

rona merah pada wajah senja, berganti kelam
bila tangismu luluhkan hati
andromedamu tetap bercahaya
janganlah meragu pada rindu
cantikmu mengurai senyum
lalu doa-doa yang dikau bisikan
tertawan sudah cintaku tuk setia,
perempuanku
yakinlah pada setiap yang kita bangun
biarkan kupu kupu merah kiri
bersemayam pada taman harapan
bersama kita wujudkan bahtera kenyataan,
perempuanku

Mj_We|2012. 19  Maret

Pelabuhan Kasih


Pelabuhan Kasih

jauh sudah pelayaran pada samudera hidup
bersama rasa cinta dibawa serta biduk berlayar
tak ragu menuju hamparan labuhan
didermaga kasihmu cintah berlabuh

pada senja lengang musim hujan
tunggu aku didermaga lepas pantai
seperti janji yang dikau titip pada mimpi
tak ada hadiah istimewa
hanyalah sajak kusam kubawa pulang,  kembali

sajak yang mungkin tak indah lagi
karena sering ku bisikan pada mimpi
kata berserak dirongga dada
dalam kebisuan mengurai senja
kubawa pulang kembali goresan ini
penuhi janjiku padamu di februari
sajak ini pengganti resah juga rindu
tanda setia hingga nanti

Mj_We|2012. 21 Maret

Pada Bisu Cinta Bersemayam


Pada Bisu Cinta Bersemayam

pada goresan kata
kusembunyikan cinta
rahasia cinta liar sang iblis malam
sembunyikan dahaga dari rindu terpendam
tentang hasarat tak tertahankan

dalam kebisuan menggores cinta
samarkan keinginan memelukmu
dengarkan lagi bisikan syahdu
temani malam yang kian berlalu

dalam kebisuan menggores cinta
berharap hadirmu baluri rindu
telah ku pahat kenangan di altar hati
menggores namamu,  dirangkai menjadi sajak
dalam kebisuanku
tak lelah menggores cinta untukmu

Mj_We|2012. 21  Maret

H a d i r m u


H a d i r m u

pada tepian rasa sakit,
yang terseret sepanjang kenangan
saatnya membangun kembali mimpi, sore itu
tak ada lagi air mata seperti kemarin
kembali, pulangkan semua pada mulanya
menggores asa, membingkai kenangan pada pagi
hadirmu, temaniku bersemayam pada malam

bersama kita cumbui pagi
membasuh luka yang tak kau beri
meniduri harapan, penyesalan pun sirna
dan sajak-sajak adalah pelarian
hadirmu, temaniku menggores makna
membelai luka-luka yang ditinggal pergi
menggores mimpi dialtar senja

sejumput embun kita sisip disudut hati
sambut pagi untuk kita wie...
hadirmu memberi arti
selalu dihati wie...kini, dan hingga nanti
bersama kita mengGores cinta

Mj_We|2012.  23  Maret

Kembali Pulang


Kembali Pulang

wie… pada kisah juga kenangan
tentang resah yang di kulum membatin
dan masa lalu diseret jua, atau dikubur
entah pada bentang jarak tiap bait ingatan
tak bisa kita pilih, kenang ataukah lupakan

wie…meragu menjadi perlu untuk yakin
bukan hidup dan bersemayam dalam keraguan
yakin itu tumbuh tak sekedar frase
langkah harus bisa dihitung
pada rentang jarak, juga waktu
pada apa yang hedak dibangun
untuk kita, kini juga nanti
kembali pulang bersemayam pada malam
bersama kita mengGores cinta

Mj_We|2012.  29  Juli

Senyum mu


Senyum mu

pada urai rambutmu
halus lembut diterpa angin
pada tatapan matamu
syahdu tenangkan jiwaku
pada senyum dibibirmu
cairkan amarah yang membara
tak cukup kutulis sajak
sekedar mengurai sebuah ketulusan

akh,  senyum dibibirmu
mengalihkan duniaku

|Mj_We|2012. 10  Maret

meng-Gores Rindu Sayap Kiri


meng-Gores  Rindu  Sayap  Kiri

rindu, lahirkan coretan liar
pulangkan bayang, peluk sejuta debar
ku tebus kenangan, juga bimbang terkapar
jarak menghilang dalam dekapan
ditaburi bintang, juga embun dalam cinta
begitulah cinta digores Wie…

seperti andromeda
bersinar tak menyilaukan
menyejukkan lara
bersemayam bersama malam
bersama kembali, pulang
dalam tatapan sajak, dimatamu nan bening
begitulah cinta digores Wie…

laksana angin
sayap kiri terus mengepak sajak
menuai rindu, mengurai jejak pada jarak
kenangan itu menjadi nafas dirongga jiwa
kudengarkan yang tak disampaikan kata
begitulah cinta digores Wie…

|Mj_We|2012. 13  Maret

Prolog Antologi Liar; Begitulah Cinta diGores Wie


Begitulah Cinta di Gores Wie…!

Demikianlah tema antologi liar ini. Tidak ada upaya memberi kesan untuk menjadikan goresan liar ini memenuhi syarat sebagai puisi, sajak, atau jenis karya seni tertentu. Goresan liar adalah ekspresi, ruang tumpah atau sebuah upaya luar biasa untuk mengisi “ruang  kosong”, sebuah pengembaraan tak berujung, dari seseorang yang terus bertahan hidup demi keyakinan perjuangan, juga untuk seorang perempuan [Wie] yang  memilih tempat -tentunya dengan keyakinan, juga cinta - untuk berada di sayap kiri perjuangan. Sebagai perempuan tangguh, sebagai kupu-kupu merah kiri, sebagai Andromeda, tentunya untuk sebuah perjuangan.
Antologi ini, tidak dimaksudkan untuk sebuah tujuan komersial. Demi sebuah ekspresi yang tulus, juga keikhlasan mendedikasikan  goresan liar ini untuk [Wie], maka tak layak untuk dinominalkan dalam bentuk apapun. Karena goresan liar, mengalir bersama kenyataan, dialektika, konflik, juga rindu. Melatari  sebuah hubungan cinta, yang terjebak pada jarak, ruang dan waktu. Selain itu, cinta juga rasa saling memiliki tak bisa dibayar. Berapapun dikau membayar tak bisa kau beli cintaku..!
Kepada siapapun yang entah sengaja ataupun tidak, membaca goresan liar ini, kiranya menjadikan pembelajaran juga pengalaman tentunya, untuk percaya bahwa keyakinan dan keikhlasan adalah spirit perjuangan, menjadikan semua yang dibangun sebagai harapan, juga mimpi bisa terwujud, karena rasa cinta.
Wie…, apa yang kita bangun ini tak akan terhapus oleh situasi sesulit apapun, dan hanya maut yang bisa memisahkan kita. Untukmu goresan liar ini ku persembahkan, karena cintaku padamu, dan hanya itu yang kumiliki. Teruslah bergerak; kupu-kupu merah kiri ku. Jakarta, Yogya, Ternate, Tidore, adalah tempat kita menggores luka, kenangan, juga sejuta rasa rindu yang kita pahat bersama, dibawa pulang, kembali bersemayam pada malam, begitulah cinta di gores Wie…

Medio 2012
Jho’e | iblis malam |