Kembaliku
Pada tepian rasa
sakit|yang ditaburi kekecewaan|ku bangun kembali mimpi itu|karena air mata
telah habis terkuras|lantas menerima semuanya|lantas tak bisa dihindari|
seperti bersemayam pada malam|tapi ikhlas dihampiri pagi|sebab malam tak bisa
diperpanjang|dan pagi tak bisa ditunda|pada jarak antara fajar dan senja|terjebak
pada siang|tak ada tempat tuk bersemayam|membasuh luka|sambil meniduri
penyesalan|tak ada lagi waktu tuk sembunyi|sebab siang tak bertuan|dan
sajak-sajak adalah pelarian|tetapi siang tanpa nurani|terbakar, terkapar, dan
sajak tak bertepi|pada pasir tergores mimpi|lantas melangkah pergi|semoga ada
lagi malam|tempat bersemayam|menakar gumam dalam pelukan|dan rongga dada penuh
sesak|dan isak itu adalah lagu syahdu| sebentar lagi pagi|tak ada lagi
mimpi|tersisa seberkas embun yang jatuh disudut hati|lantas ditinggal tuk pergi|
Jho’e_|18 November
2011|®
Tidak ada komentar:
Posting Komentar