Jumat, 21 September 2012

Kembaliku


Kembaliku

Pada tepian rasa sakit|yang ditaburi kekecewaan|ku bangun kembali mimpi itu|karena air mata telah habis terkuras|lantas menerima semuanya|lantas tak bisa dihindari| seperti bersemayam pada malam|tapi ikhlas dihampiri pagi|sebab malam tak bisa diperpanjang|dan pagi tak bisa ditunda|pada jarak antara fajar dan senja|terjebak pada siang|tak ada tempat tuk bersemayam|membasuh luka|sambil meniduri penyesalan|tak ada lagi waktu tuk sembunyi|sebab siang tak bertuan|dan sajak-sajak adalah pelarian|tetapi siang tanpa nurani|terbakar, terkapar, dan sajak tak bertepi|pada pasir tergores mimpi|lantas melangkah pergi|semoga ada lagi malam|tempat bersemayam|menakar gumam dalam pelukan|dan rongga dada penuh sesak|dan isak itu adalah lagu syahdu| sebentar lagi pagi|tak ada lagi mimpi|tersisa seberkas embun yang jatuh disudut hati|lantas ditinggal tuk pergi|

Jho’e_|18 November 2011|®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar