Jumat, 21 September 2012

Sajak Takbertuan


Sajak Takbertuan

hari masih setengah|rintik hujan menggelitik senja|mengawali malam yang capat datang|sedari tadi menanti, benamkan resah pada jiwa, juga cinta|dan berharap malam ini lebih lama|sebab semalam terlampau singkat|menapaki harap yang masih membantin| entah pada rasa takut| ataukah kebencian yang membatu|kepada yang masih berdiri pada tepian senja| bakarlah kebencian, juga ketakutan| terangi malam yang mungkin tak terlewati|tinggalkan sedikit nyala tersisa, membakar kesadaran|jangan lagi pergi seperti dini hari kemarin|setelah anggrek dan juga manuru|kita semai di lereng-lereng ngade|
| jhoe | 22112011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar