Jumat, 21 September 2012

Sendiriku


Sendiriku

disini sendiriku
meretas resah di dinding malam
rindukan hujan pada senja itu
rinai gerimis terus mencekam

berjuta kata liar di gores
mengalir dalam debar angan
mengenang sekilas, mantera cinta terhempas
jiwaku seperti patahan kata,
merangkai muram kalimat kerinduan
bisikan kesedihan pada embun
lalu terselip ditepi dedaunan, jatuh

semilir angin coba membasuh luka
terseret, terhempas dalam gelap
haruskah rindu dikutuk
lalu bersemayam dalam kesendirian
senyummu kini menjadi puisi
merajut mimpi pulang, kembali

|Mj_We|2012. 17  Maret

Tidak ada komentar:

Posting Komentar