Senin, 24 September 2012

Launching Buku Jalan Ketiga Pemberdayaan Masyarakat


A. HAKEKAT PEMBERDAYAAN.

Pemberdayaan masyarakat, sama artinya dengan memberikan investasi pada masyarakat, sehingga asset dan kemampuan mereka bertambah, baik kapabilitas perorangan maupun kapasitas kelompok. Maka dari itu, untuk mendukung ide ini diperlukan adanya kerjasama antar stakeholder agar kelompok/komunitas/desa/kelurahan, dapat semakin berkembang walaupun tampaknya sederhana, akan tetapi menyimpan potensi yang besar apabila dikelola secara baik.


Langkah ideal yang harus dilakukan adalah:
1.     Adanya komunitas masyarakat, yang diberdayakan guna melahirkan agen/relawan/kader sebagai ujung tombak dalam gerakan pemberdayaan. Sebab mereka yang telah diberdayakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan pemberdayaan, mereka terlibat dan menjadi bagian penting dari sebuah proses pemberdayaan.
2.     Tersedianya aliran informasi antara masyarakat dengan masyarakat lain, antara masyarakat dengan pemerintah. Informasi meliputi ilmu pengetahuan, program dan kinerja pemerintah, hak dan kewajiban dalam bermasyarakat, dan tentunya semua ketentuan yang terkait dengan kepentingan masyarakat, atau hajat hidup Publik.
3.     Terbangunnya kemampuan masyarakat untuk bekerja bersama, pengorganisasian perorangan dan kelompok-kelompok yang ada di dalamnya, memobilisasi sumber-sumber daya yang ada untuk menyelesaikan masalah bersama. Masyarakat yang organized (menggerakkan/memimpin/pelopor) adalah tokoh/kader, yang terlatih mengelola kelompok atau individu yang terlibat dalam sebuah kerja pemberdayaan.
4.     kemampuan tenaga pemberdayaan, baik aparat pemerintah atau LSM, untuk mendengarkan, memahami, mendampingi dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk melayani kepentingan masyarakat. Pelaku pemberdaya juga harus mampu mempertanggungjawabkan kebijakan dan tindakannya yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

B. JALAN KETIGA, KENAPA?

Bagi saya, jalan ketiga merupakan pesona realisme utopis. Romantisme itu pula hingga separuh penduduk bumi menjadi “penyembah kitab” Anthoy Giddens, The Third Way: The Reewal of Social Democracy. Jalan Ketiga akhirnya menjadi perencanaan imajinatif, tentang mimpi membentuk tata-hidup bersama, dan cita-cita keadilan. Point pentingnya adalah hasrat utopis untuk meraih Kebaikan Umum.
Gagasan pokok tentang kebaikan umum adalah segala peristiwa yang terjadi sebaliknya. Sebut saja ketidakadilan, pemerasan, pemiskinan, penindasan. Kebaikan umum adalah sebuah keinginan yang bisa diwujudkan oleh tindakan manusia. kebaikan umum diasosiakan sebagai tata moral tertentu. Dari situ berasal gagasan yang dalam bahasa Latin disebut virtus (keutamaan/kebajikan; virtue), dan 'Etika' muncul sebagai upaya pencarian tata-moral itu, lalu 'politik' (Negara/Pemerintah) merupakan praksis penciptaan tata-moral bagi kebaikan umum. Sumber moralitas bukan individu melainkan komunitas. Oleh karenanya, kehendak umum bukan sekadar penjumlahan berbagai kehendak pribadi, melainkan suatu tatanan yang punya realitasnya sendiri. Itulah masyarakat, yang bertumpu pada harapan akan solidaritas dalam komunitas. Tanpa memahami hakekat atau virtue sebagai titik tolak masyarakat/komune/massa rakyat/komunitas, maka kita telah gagal  meletakan titik nol  untuk memulai kepentingan pemberdayaan, dan sudah pasti hasil kerja/program hanya bisa dikali dengan angka nol.
Jalan Ketiga dalam naskah ini, bukanlah duplikat berhala dari manuskripnya Anthoy Giddens. Tafsir pokok Jalan Ketiga adalah meretas jalan baru dari ketersesatan  tidak berujung. Jalan Pemerintah/negara; yang meng-canal-isasi rakyat, dalam kebijakan yang sama diseluruh NKRI, lalu mengabaikan karakter kebinekaan sebagai virtue negara bangsa seperti Indonesia. Jalan rakyat/publik yang mengalami frustrasi juga rasa tidak saling percaya “distrust” tak berkesudahan, akibat dari Pemerintah gagal memberikan kepastian terhadap hak-hak masyarakat yang harus dijamin oleh negara, termasuk hak hidup SEHAT. Dipersimpangan itulah naskah JALAN KETIGA menguak fakta dan berbicara secara merdeka, selamat membaca.

Muhdar Adam
Editor:
JALAN KETIGA Pemberdayaan Masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar