timbangan SETIA
Ketika sajak menjadi tumpukan kata|Tanpa
makna, kemana hati harus berkelana|Lalu bait-bait kusam itu, adalah nestapa|Pada
kesetiaan nan lapuk, kuhimpun jua resah|Mencoba membingkai asa pada wajah cinta
yang retak|Akh, telah kusempurnakan niatku, juga cinta|Haruskah keraguan
mewujud laksana sumpah?| Dengan mata tertutup, kita menimbang kesetiaan|Menakar
masa lalu, menghimpun yang berserak|Lalu menyeret serta menuju besok?| Memilah sambil
memilih sedikit saja pelajaran|Ataukah pulang, kembali dengan sejuta rasa sakit
itu|Nestapa telah habis menggurat sajak|Tentang merdeka, tentang kita, tentang
indonesia, juga cinta|Tak ada pilihan terpatri seperti patung|Entah syair beku,
ataukah sajak kelu|Pada wajah cinta yang retak, juga samar|Kembali menuai asa, meski
sedikit tersisa harap|tapi itu milik kita,begitulah cinta diGores,Wie|iblis malam|Mj. 01 oktober 2012|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar