Senin, 01 Oktober 2012

timbangan SETIA


timbangan SETIA

Ketika sajak menjadi tumpukan kata|Tanpa makna, kemana hati harus berkelana|Lalu bait-bait kusam itu, adalah nestapa|Pada kesetiaan nan lapuk, kuhimpun jua resah|Mencoba membingkai asa pada wajah cinta yang retak|Akh, telah kusempurnakan niatku, juga cinta|Haruskah keraguan mewujud laksana sumpah?| Dengan mata tertutup, kita menimbang kesetiaan|Menakar masa lalu, menghimpun yang berserak|Lalu menyeret serta menuju besok?| Memilah sambil memilih sedikit saja pelajaran|Ataukah pulang, kembali dengan sejuta rasa sakit itu|Nestapa telah habis menggurat sajak|Tentang merdeka, tentang kita, tentang indonesia, juga cinta|Tak ada pilihan terpatri seperti patung|Entah syair beku, ataukah sajak kelu|Pada wajah cinta yang retak, juga samar|Kembali menuai asa, meski sedikit tersisa harap|tapi itu milik kita,begitulah cinta diGores,Wie|iblis malam|Mj. 01 oktober 2012|

Tidak ada komentar:

Posting Komentar